Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Entitas Privat adalah Standar Akuntansi yang disusun untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas privat, yang telah berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2025 sebagai pengganti SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP).
SAK Entitas Privat ini ditujukan untuk digunakan oleh entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements) bagi pengguna eksternal. Namun demikian, entitas yang memiliki akuntabilitas publik dapat menggunakan SAK Entitas Privat jika otoritas yang berwenang mengizinkan penggunaan SAK Entitas Privat.
SAK Entitas Privat BAB 28 - Imbalan kerja menggantikan BAB 23 dalam SAK ETAP yang sebelumnya mengatur hal serupa. Berikut adalah poin poin penting terkait perubahan tersebut :
| Pengaturan | SAK EP | SAK ETAP |
| Imbalan – (Vesting dan belum Vesting) |
Diatur lebih jelas,bahwa beban dan jasa diakui selama periode vesting (periode tunggu). | Tidak ada aturan detail mengenai pengakuan beban secara bertahap selama periode hak karyawan. |
| Pengakuan – Pemilihan Kebijakan Akuntansi dalam program imbalan pasca kerja | Entitas mengakui keuntungan dan kerugian aktuarial dalam laporan laba rugi atau penghasilan komprehensif lain | Entitas mengakui keuntungan dan kerugian aktuarial dalam laporan laba rugi atau ekuitas |
| Pengungkapan- Rekonsiliasi saldo kewajiban imbalan pasti | Rekonsiliasi saldo awal dan saldo akhir kewajiban imbalan pasti yang menunjukkan secara terpisah imbalan yang dibayarkan dan seluruh perubahan lain | Rekonsiliasi saldo awal dan saldo akhir kewajiban imbalan pasti yang menunjukkan keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui selama periode |
| Pembayaran berbasis saham | Diatur secara khusus pada Bab 26 (Pembayaran Berbasis Saham). | Tidak ada pengaturan |
Dampak yang cukup signifikan akan terjadi kepada entitas yang mengubah pemilihan kebijakan akuntansi atas pengakuan keuntungan dan kerugian aktuarial, dari sebelumya di laporan laba rugi menjadi di penghasilan komprehensif lain.
Jumlah yang diakui di laporan laba rugi akan jauh lebih stabil dibandingkan sebelumnya karena saat terjadi perubahan asumsi dalam perhitungan (baik asumsi finansial maupun demografis) dan deviasi antara ekspektasi dengan aktual yang terjadi, maka dampaknya akan sepenuhnya dialihkan di penghasilan komprehensif lain.
Mengenai perubahan lainnya yang lebih spesifik ataupun pertanyaan lainnya, jangan ragu untuk menghubungi konsultan Anda di KKA Riana dan Rekan untuk penjelasan lebih lanjut.