Data yang Dibutuhkan dalam Perhitungan PSAK 219

PSAK 219 adalah standar akuntansi keuangan di Indonesia yang mengatur pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan Imbalan Kerja bagi karyawan untuk dicatat di dalam laporan keuangan perusahaan. Contoh Imbalan kerja yang diberikan perusahaan kepada karyawan adalah program pensiun, program pesangon, dan Imbalan pascakerja lainnya. Dalam melakukan perhitungan kewajiban imbalan kerja sesuai PSAK 219, perusahaan perlu menyediakan data yang lengkap dan akurat agar hasil perhitungan aktuaria dapat mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

  1. Skema Imbalan

Data pertama yang sangat penting adalah skema Imbalan yang berlaku di perusahaan. Skema Imbalan digunakan untuk menentukan besaran hak yang akan diterima karyawan pada saat pensiun, mengundurkan diri, meninggal dunia, atau mengalami pemutusan hubungan kerja.
Informasi yang umumnya diperlukan dalam skema Imbalan meliputi:

  • Formula perhitungan Imbalan.
  • Ketentuan usia pensiun normal.
  • Masa kerja yang diperhitungkan.
  • Kebijakan perusahaan terkait Imbalan tambahan.
  • Ketentuan pesangon sesuai peraturan yang berlaku.

Melalui skema Imbalan ini, aktuaris dapat menentukan target imbalan yang menjadi dasar perhitungan kewajiban perusahaan.

2. Data Karyawan

Selain skema Imbalan, perusahaan juga perlu menyediakan data karyawan yang lengkap dan terkini. Data ini digunakan untuk menghitung estimasi Imbalan yang akan diterima masing-masing karyawan di masa depan.

Beberapa data utama yang dibutuhkan antara lain:

a. ID Karyawan

ID karyawan berfungsi sebagai identitas unik untuk memastikan tidak terjadi duplikasi data serta memudahkan proses rekonsiliasi dan validasi data.

b. Jenis Kelamin

Data ini diperlukan untuk perhitungan probabilitas aktif, probabilitas meninggal dan cacat/sakit pada penggunaan table mortalita yang saat ini dibedakan berdasarkan jenis kelamin.

c. Tanggal Lahir

Tanggal lahir digunakan untuk menentukan usia karyawan saat ini dan memperkirakan periode hingga usia pensiun. Informasi ini juga menjadi dasar dalam penggunaan asumsi mortalitas dan probabilitas pensiun.

d. Tanggal Masuk Kerja

Tanggal masuk kerja diperlukan untuk menghitung masa kerja karyawan. Semakin panjang masa kerja seseorang, umumnya semakin besar Imbalan yang akan diterima sesuai formula yang berlaku.

e. Gaji

Data gaji merupakan salah satu komponen utama dalam perhitungan Imbalan. Banyak program imbalan kerja menggunakan gaji terakhir atau rata-rata gaji tertentu sebagai dasar perhitungan Imbalan pensiun maupun pesangon.

Selain gaji pokok, perusahaan perlu memastikan apakah tunjangan tetap dan komponen remunerasi lainnya juga termasuk dalam dasar perhitungan Imbalan.

f. Status Kepegawaian

Berdasarkan UU No.6/20 , karyawan kontrak berhak atas kompensasi saat berakhirnya masa kontrak. Dikarenakan terdapat perbedaan skema antara karyawan permanen dan karyawan kontrak, sehingga data status kepegawaian diperlukan untuk membedakan skema Imbalan masing-masing karyawan tersebut.

Pentingnya Kualitas Data

Keakuratan hasil perhitungan PSAK 219 sangat bergantung pada kualitas data yang diberikan. Data yang tidak lengkap, tidak konsisten, atau tidak diperbarui dapat menyebabkan hasil valuasi aktuaria menjadi kurang tepat dan berpotensi memengaruhi laporan keuangan perusahaan.
Oleh karena itu, sebelum proses perhitungan dilakukan, perusahaan disarankan untuk melakukan validasi data terlebih dahulu guna memastikan seluruh informasi yang digunakan telah sesuai dengan kondisi aktual.

Kesimpulan

Dalam perhitungan PSAK 219, data utama yang harus disiapkan, yaitu skema Imbalan dan data karyawan. Skema Imbalan digunakan untuk menentukan target imbalan yang menjadi hak karyawan, sedangkan data karyawan seperti ID karyawan, tanggal lahir, tanggal masuk kerja, dan gaji digunakan untuk menghitung besaran kewajiban imbalan kerja secara individual. Ketersediaan data yang lengkap dan akurat akan membantu menghasilkan perhitungan aktuaria yang andal serta mendukung penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Custom Banner

Jelajahi lebih banyak Perspektif Aktuaria yang bernilai dari Padma

Hubungi Kami tentang perspektif ini

Berlangganan untuk mendapatkan Perspektif terbaru di kotak masuk Anda